Founder Karajo Elok, Associate Professor Dessy Kurnia Sari, Dorong Pengembangan Potensi Anak Berkebutuhan Khusus melalui Edukasi Publik di RRI Padang
Padang, Sumatera Barat – Komitmen dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas dan membangun masyarakat yang inklusif terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi publik. Salah satu upaya tersebut terlihat dari partisipasi Founder Karajo Elok, Associate Professor Dessy Kurnia Sari, SE, MBus(Adv), PhD, sebagai narasumber dalam program Mozaik Indonesia yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Padang. Program ini mengangkat tema penting mengenai pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus serta peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung.
Dalam dialog yang dipandu oleh presenter Wahyudi Maswar, Dessy Kurnia Sari menyampaikan bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang dapat berkembang apabila diberikan kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang tepat. Ia menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus bukanlah individu yang harus dibatasi oleh stigma atau persepsi negatif, melainkan individu yang memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan yang tepat dan berkelanjutan.
Sebagai akademisi dan Founder Karajo Elok, Dessy menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi penyandang disabilitas adalah keterbatasan akses terhadap ruang pengembangan diri, baik dalam bidang pendidikan, keterampilan, maupun peluang ekonomi. Menurutnya, keterbatasan ini seringkali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, tetapi oleh kurangnya akses, dukungan, serta pemahaman dari lingkungan sekitar.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus. Lingkungan keluarga yang memberikan dukungan emosional, penerimaan, dan kesempatan untuk berkembang akan membantu anak membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Selain itu, peran institusi pendidikan dan masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan ruang yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi.
Dalam kesempatan tersebut, Dessy juga menyoroti pentingnya kreativitas, seni, dan kewirausahaan sebagai sarana pemberdayaan yang efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui seni dan karya kreatif, individu dengan disabilitas dapat mengekspresikan diri, mengembangkan kemampuan, serta membangun identitas yang positif. Lebih jauh, karya kreatif juga dapat membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan, sehingga pemberdayaan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga berdampak secara ekonomi.
Komitmen terhadap pemberdayaan ini juga diwujudkan melalui Karajo Elok, sebuah platform yang didirikan oleh Dessy Kurnia Sari dengan tujuan untuk mendukung, mempromosikan, dan memberdayakan talenta serta pelaku usaha penyandang disabilitas. Karajo Elok hadir sebagai ruang yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan masyarakat luas melalui publikasi profil, karya, dan produk yang mereka hasilkan. Platform ini bertujuan untuk membuka akses, meningkatkan visibilitas, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas, khususnya di Sumatera Barat dan Indonesia secara umum.
Melalui platform Karajo Elok, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenal lebih dekat karya penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap pemberdayaan mereka. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya untuk membangun ekosistem yang inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Partisipasi Founder Karajo Elok dalam program Mozaik Indonesia juga mencerminkan pentingnya peran akademisi dalam menjembatani pengetahuan, praktik, dan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan dalam forum publik seperti ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengedukasi publik, serta mendorong perubahan perspektif menuju masyarakat yang lebih inklusif.
Program Mozaik Indonesia yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Padang menjadi media strategis dalam menyebarluaskan informasi dan meningkatkan literasi masyarakat mengenai isu disabilitas dan pemberdayaan. Melalui diskusi yang edukatif dan inspiratif, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang dapat berkembang apabila didukung oleh lingkungan yang inklusif dan kolaboratif.
Ke depan, Dessy Kurnia Sari berharap semakin banyak kolaborasi antara akademisi, pemerintah, media, komunitas, dan sektor swasta dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi tentang membuka akses, menciptakan kesempatan, dan membangun sistem yang memungkinkan penyandang disabilitas untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui edukasi publik, inovasi platform, dan kolaborasi lintas sektor, Karajo Elok terus berkomitmen menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam membuka peluang, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat peran penyandang disabilitas sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat.