FEB Unand Dukung Pelaku UMKM Disabilitas Naik Kelas
Belakangan ini, semangat penyandang disabilitas untuk menjadi wirausahawan semakin terlihat nyata. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2022 menunjukkan, 0,81% pekerja disabilitas kini berstatus wirausaha mandiri. Meski angkanya masih kecil, tren ini menunjukkan potensi besar yang perlu didukung dengan tepat.
Pentingnya Kemampuan Digital
Di era belanja online dan media sosial, wirausahawan disabilitas perlu memahami dunia digital agar produk mereka bisa diterima konsumen. Menurut penelitian Kasih dkk. (2020), lebih dari 85% pengguna internet menelusuri produk secara online melalui website atau media sosial. Artinya, platform digital bukan sekadar tempat promosi, tapi menjadi jendela bagi kreator untuk dikenal dan dipercaya pasar.
FEB Unand Turun Tangan
Menyikapi hal ini, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (Unand) mengadakan kegiatan di Hotel Kawana Padang. Acara dipandu oleh Laura Amelia Triani MM dan Wardah Awwalin Ikhsaniah Saldi MM.
- Prof. Donard Games membagikan motivasi kewirausahaan.
- Dr. Dessy Kurnia Sari memberikan ilmu pemasaran digital.
- Rachdian Habi Yahya S.Kom, bersama mahasiswa FEB dan Tim Website Karajoelok.com (Syamsul Bahri dan Vino Bratama), mengajarkan aspek teknis website dan media sosial.
Peserta terdiri dari 25 orang, termasuk wirausahawan dan calon wirausahawan penyandang disabilitas, serta perwakilan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Belajar, Berkarya, dan Berinteraksi
Setelah mendapatkan motivasi dan ilmu, peserta berkomitmen untuk:
- Membuat konten berkualitas dan menarik.
- Membangun interaksi dengan konsumen melalui website dan media sosial Karajoelok.com.
- Mengoptimalkan Instagram, TikTok, dan YouTube dengan foto dan video berkualitas yang diunggah secara konsisten.
Dr. Dessy Kurnia Sari memandu peserta dalam menyusun kalender konten, memastikan jadwal posting teratur dan terstruktur. Perwakilan SLB juga belajar membuat foto produk yang menarik dan berkualitas tinggi, sekaligus menciptakan identitas visual yang konsisten di setiap platform.
Membangun Kepercayaan dan Peluang Inklusif
Dengan pendekatan ini, audiens lebih mudah mengenali wirausahawan disabilitas dan berinteraksi dengan mereka. Ke depan, perencanaan yang matang diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih inklusif.
Tantangan yang masih dihadapi sebagian besar wirausahawan disabilitas adalah:
- Kurangnya informasi dan akses peluang bisnis.
- Pemasaran produk yang kurang optimal.
Namun, produk mereka seringkali setara atau bahkan unggul dibandingkan produk wirausahawan lain. Kunci keberhasilan adalah:
- Mengembangkan produk unik dan inovatif.
- Menerapkan strategi pemasaran digital yang efektif.
- Konsistensi dalam membangun interaksi dan kepercayaan konsumen melalui website dan media sosial.
Media Digital: Jembatan Menuju Pasar
Dengan dukungan media digital, wirausahawan disabilitas kini dapat:
- Memperluas jangkauan pasar.
- Menampilkan karya mereka secara profesional.
- Membangun hubungan dengan konsumen secara lebih mudah dan interaktif.
Karajoelok.com menjadi platform penting dalam perjalanan ini, membantu penyandang disabilitas menampilkan karya, menceritakan kisah mereka, dan mendapatkan pengakuan yang layak.